Breaking News

Majalengka Masuk 4 Besar Kota Kreatif Indonesia


Begini Awal Mula Majalengka Masuk 4 Besar Kota Kreatif Indonesia



Campur News Tidak seperti kenalan kamu di aplikasi Tantan, yang sudah bilang cinta, padahal ketemu aja belum. Keputusan Majalengka masuk 10 besar Kota Kreatif, tidak-lah se-tiba-tiba itu. Untuk mencapai pada keputusan final ini, Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) turun sendiri, juga melalui serangkaian proses yang amat panjang, bahkan sejak lebih dari 2 tahun lalu. Jadi bagaimana Majalengka bisa masuk 4 besar? Mengapa kita berhasil merangsek masuk hingga sejauh ini? Bukankah banyak kota-kota yang jauh lebih mentereng di negeri ini?
Pada tahun 2016, Bekraf membuat sebuah program, bahkan lembaga pemerintah non-kementrian ini telah mengonfirmasi bahwa ini adalah salah satu program unggulan mereka. Program ini bertujuan untuk melakukan pemetaan ekosistem, potensi, best practice, dan permasalahan pengembangan sistem ekonomi kreatif kabupaten/kota. Diberi nama, Penilaian Mandiri Kabupaten/kota Kreatif Indonesia atau PMK3I.
Kegiatan PMK3I sendiri, terdiri dari tahapan yang masing-masing harus dijalani oleh kabupaten/kota, dimulai dari pengisian formulir, uji petik lapangan, penandatanganan berita acara, hingga monitoring. Penilaiannya, adalah berdasarkan keterlibatan aktor ABCG (Akademisi, Bisnis, Komunitas, dan Pemerintah setempat) di sebuah kota, keterkaitan kedepan dan kebelakang, dan Pengelolaan Pemerintahan (Good Govermence).
Pada Juni lalu, Bekraf telah mengantongi 10 nama besar, dan mengumumkan bahwa Majalengka adalah satunya. Berdasarkan hasil seleksi oleh tim Bekraf untuk Kabupaten/Kota yang telah melakukan uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) pada tahun 2016-2018, 10 Kabupaten/Kota telah terpilih sebagai nominasi penetapan status Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia. Para Kepala Daerah, Perwakilan OPD, dan aktor-aktor kreatif melakukan paparan di hadapan juri mengenai ekosistem subsektor ekonomi kreatif jangka pendek hingga jangka panjang. Langsung di hadapan Wakil Kepala Bekraf, Deputi Infrastruktur, Tim KaTa Kreatif, Tim dan Asesor PMK3I, juga para Juri Tamu yang terdiri dari pakar, praktisi, akademisi berbagai keahlian di sektor ekonomi kreatif. Kemudian Majalengka didapuk masuk menjadi 4 besar Kota Kreatif.
Begitulah, jadi bukan karena banyak content creator atau musisi yang kreatif, Majalengka memenangkan ini karena mendapat nilai tinggi dari penilaian-penilaian yang sudah disebutkan di atas.


No comments